Istilah Directing (pengarahan) adalah istilah yang diberikan oleh Harold Koontz, sedangkan istilah Pelaksanaan (actuating) adalah istilah yang digunakan oleh GR. Terry. Oleh para ahli lain memberikan istilah yang berbeda-beda.
Henry Fayol, menggunakan istilah Commanding yang berarti Pemberian perintah. SP. Siagian, menggunakan istilah Motivating yang berarti motivasi. Dan masih banyak lagi istilah lain yang dikemukakan oleh para ahli yang lain, namun kesemuanya itu tidak mempunyai perbedaan yang prinsipil, karena istilah-istilah tersebut mempunyai maksud dan tujuan yang sama, yaitu mengarah pada usaha untuk menggerakkan atau membuat orang agar dapat melakukan pekerjaan dengan baik sesuai yang diinginkan oleh pimpinan.
GR. Terry mengemukakan bahwa Actuating adalah membuat semua orang anggota kelompok agar mau bekerjasama, dan bekerja secara ihlas serta bergairah untuk mencapai tujuan sesuai dengan rencana.
Pengertian lain dari Directing adalah kegitan yang dilakukan oleh pimpinan untuk membimbing, mengarahkan, mengatur segala kegiatan yang telah diberi tugas dalam melaksanakan sesuatu kegiatan usaha.
Dalam pembahasan mengenai Directing ini ada beberapa hal yang harus dibahas, yaitu :
1. Tingkah laku (Perilaku) manusia (human behavior)
2. Hubungan manusia (human relation)
3. Motivasi (motivation)
4. Kepemimpinan (leadership)
5. Komunikasi (communication)
Kelima hal ini harus dapat dimengerti dengan baik agar directing dapat dilaksanakan dengan baik pula.
I. PERILAKU MANUSIA (HUMAN BEHAVIOR)
Masalah Directing berkaitan erat dengan manusia, olehnya itu kita harus mempelajari perilaku manusia (human behaviour).
Dalam hidup berkelompok manusia mempunyai perbedaan, yaitu berbeda jenis kelamin, usia, pengalaman, agama dan perbedaan kepentingan, tetapi juga mempunyai persamaan, seperti persamaan kebutuhan untuk makan, minum, melanjutkan keturunan, keamanan dan lain-lain.
Mengenai tingkah laku manusia ini, salah satu teori yang kita kutip sebagai dasar adalah teori yang dikemukakan oleh Douglas McGregor, yang dikenal dengan Teori X dan Teori Y.
Teori X beranggapan bahwa :
-Karyawan itu rata-rata malas dan tidak suka bekerja
-Umumnya karyawan tidak berambisi dan menghindar dari tanggung jawab.
-Karyawan lebih suka dibimbing, diperintah dan dikendalikan.
-Karyawan lebih mementingkan diri sendiri dan tidak memperdulikan sasaran organisasi.
Oleh karena itu karyawan harus dikendalikan, dipaksa dan diarahkan agar organisasi dapat mencapai sasarannya.
Tipe kepemimpinan Teori X adalah Otoriter.
Teori Y beranggapan bahwa :
Karyawan rata-rata rajin bekerja.
Karyawan dapat memikul tanggung jawab
Karyawan selalu berusaha untuk mencapai sasaran organisasi dan mengembangkan diri untuk mencapai sasaran.
Tipe kepemimpinan Teori Y adalah Demokratis.
Teori Human Behavior (perilaku manusia), sesungguhnya didasarkan pada anggapan bahwa orang mempunyai tanggung jawab, potensi, dan mau bekerja.
Persoalannya adalah bagaimana mendorong semua potensi yang ada pada setiap individu tersebut, olehnya itu perlu adanya Motivasi.
I. HUMAN RELATION
Hubungan manusia adalah hubungan antara orang-orang, yang dilakukan dalam organisasi. Jadi bukan hubungan dalam arti kekeluargaan.
Hubungan ini tercipta serta didorong oleh kebutuhan dan kepentingan yang sama, misal untuk memperoleh pendapatan, keamanan, kekuatan dsb.
Dalam kehidupan organisasi , harus didasarkan atas kebutuhan, kepentingan, hormat menghormati, kerjasama untuk mencapai tujuan.
Kerjasama akan tercipta dengan baik, jika ada pengertian kebersamaan, saling menguntungkan, dan adanya kesediaan untuk mengorbankan sebagian dari kepentingannya masing-masing.
Mengapa seseorang mau bekerja atau mau menjadi karyawan dan Mengapa perusahaan mau menerimanya ?????
Hal ini didasarkan atas sifat The Nature of man dan The nature of organization
The nature of man, artinya seseorang berpendapat bahwa kebutuhan dan kepentingannya akan lebih mudah diperolehnya jika ia menjadi karyawan suatu perusahaan.
The nature of organization, artinya perusahaan menerima seseorang menjadi karyawan, jika orang itu akan memberikan keuntungan bagi perusahaan, atau nilai prestasinya lebih besar dari kompensasinya.
III. MOTIVASI
Motivasi dapat bersumber dari dalam diri sendiri dan dari orang lain.
Motivasi adalah usaha/kegiatan dari manajer untuk dapat menimbulkan/ meningkatkan semangat dan kegairahaan kerja dari para pekerja/karyawan, (motivasi bersumber dari orang lain).
GR. Terry, mengemukakan bahwa motivasi adalah keinginan yang terdapat pada diri seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan (motivasi bersumber dari diri sendiri).
Apa yang mendorong orang untuk bekerja ?
Menurut Peterson dan Plowman, mengatakan bahwa orang mau bekerja karena :
- Keinginan untuk hidup (the desire to live). Manusia bekerja untuk dapat makan, minum (kebutuhan biologis).
- Keinginan untuk memiliki sesuatu (the desire for posession).
- Keinginan akan kekuasaan (the desire for power)
- Keinginan akan pengakuan (the desire for recognation).
Menurut Abraham H. Maslow, orang mau bekerja karena ingin memenuhi berbagai macam kebutuhan, dimana kebutuhan manusia itu berjenjang artinya bila kebutuhan yang pertama telah dipenuhi, maka kebutuhan tingkat kedua menjadi yang utama.
Dasar Teorinya adalah :
1. Manusia adalah mahluk yang berkeinginan. Ia selalu menginginkan yang lebih banyak, keinginan itu terus menerus dan hanya akan berhenti bila akhir hayat.
2. Suatu kebutuhan yang telah dipuaskan tidak menjadi motivator bagi pelakunya, hanya kebutuhan yang belum terpenuhi yang menjadi motivator.
3. Kebutuhan manusia tersusun dalam suatu jenjang yakni :
a. Kebutuhan fisiologis (physiological needs), kebutuhan untuk memper-tahankan hidup, seperti : makan, minum, perumahan, seks, istirahat.
b. Kebutuhan keamanan dan rasa aman (safety and security needs). Kebutuhan akan perlindungan dan stabilitas, baik kebutuhan akan keamanan jiwa maupun keamanan hartanya.
c. Kebutuhan sosial (social needs). Kebutuhan untuk saling cinta, persahabatan, perasaan memiliki dan diterima dalam kelompok, kekeluargaan, asosiasi, ingin dihormati, ingin maju, ikut berpartisipasi dan lain-lain.
d. Kebutuhan harga diri (esteem needs). Kebutuhan akan status atau kedudukan, kepercayaan diri, pengakuan, reputasi dan prestasi, apresiasi, kehormatan diri, penghargaan.
e. Kebutuhan aktualisasi diri dan pemenuhan diri (self-actualization needs). Kebutuhan untuk mengembangkan potensi diri, pengembangan diri, melalui pendidikan, seminar-seminar, komperensi dan lain-lain.
Hirarki kebutuhan dari Maslow ini digambarkan sebagai berikut :
needs.
![]() |
3 Social needs
2 Safety and security needs
1 Physiological needs
Dari gambaran tersebut di atas, maka Motivasi dapat berupa :
1. Material, berupa Upah, insentif, barang.
2. Non material, berupa :
- memperhatikan rasa harga diri
- memenuhi kebutuhan rohani
- menempatkan pekerja pada tempat yang tepat
- menimbulkan rasa aman
- memperhatikan lingkungan tempat kerja
- memberikan kesempatan untuk maju
- menciptakan persaingan yang sehat
- mengadakan promosi yang tepat.
Tujuan Motivasi :
Untuk mengubah perilaku sesuai dengan keinginan pimpinan
Untuk meningkatkan disiplin pegawai
Untuk meningkatkan kegairahan dan prestasi pegawai
Untuk menjaga kestabilan pegawai
Untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai
Untuk mempertinggi moral pegawai
Untuk meningkatkan rasa tanggung jawab pegawai pada pekerjaannya
Untuk memperdalam kecintaan pegawai terhadap perusahaan.
Kesulitan Manajer dalam Memberikan Motivasi :
Untuk menentukan alat motivasi yang paling tepat agak sukar karena keinginan setiap individu tidak sama.
Kemampuan perusahaan terbatas untuk memberikan insentif.
Pimpinan sulit memberikan insentif yang adil dan tepat.
IV. KEPEMIMPINAN (Leadership)
Ada beberapa hal yang perlu dipahami dalam membahas kepepimpinan yaitu :
1. Leader; adalah orang yang membimbing dan mengarahkan orang lain.
2. Leadership adalah seni atau proses mempengaruhi orang lain agar mereka mau bekerja dengan giat ke arah pencapaian tujuan, atau dengan kata lain Leadership adalah sifat/bakat yang dimiliki oleh pimpinan (leader) untuk membimbing dan mengarahkan tindakan orang lain.
GR. Terry mengemukakan bahwa Kepemimpinan adalah kegiatan yang mempengaruhi orang-orang agar supaya bekerja dengan ikhlas untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu leadership merupakan kunci dalam manajemen.
Pimpinan atau manajer atau kepala/ketua adalah seorang yang mempergunakan wewenang dan kepemimpinannya untuk mengarahkan orang lain serta bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.
Tipe-tipe Kepemimpinan (menurut Robert Blake dan Mouton), yaitu :
1. Deserter ; tipe pimpinan yang perhatiannya terhadap produksi maupun manusia pekerja sangat rendah (1.1)
2. Missionary ; tipe pimpinan yang perhatiannya terhadap produksi rendah, sedang perhatiannya terhadap manusia pekerja paling besar/tinggi. Gaya kepemimpinan berorientasi manusia. (1.9)
3. Autocrat ; perhatian terhadap produksi sangat besar, namun perhatiannya terhadap manusia sangat rendah. Gaya kepemimpinan berorientasi produksi (9.1)
4. Compromiser ; perhatiannya terhadap produksi dan manusia pekerja sebanding/sama. Gaya kepemimpinannya berimbang (5.5)
5. Executive ; perhatiannya pada produksi maupun manusia sangat besar. Gaya kepemimpinan yang berorientasi pada tugas, hubungan manusia, dan efektivitas kerja (gaya kepemimpinan terbaik)., (9.9)
Tipe pimpinan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :
1.9 9.9
5.5
1.1 9.1
Sumbu X = Perhatian terhadap manusia
Sumbu Y = perhatian terhadap produksi.
Tipe kepemimpinan menutur GR. Terry adalah :
1. Kepemimpinan pribadi (personal leadeship)
2. Kepemimpinan non pribadi (non personal leadeship)
3. Kepemimpinan otoriter (authoriter leadership)
4. Kepemimpinan demokratis (democratis leadeship)
5. Kepemimpinan kebapaan (paternalistic leadership)
6. Kepemimpinan alamiah (indigenous leadership).
V. KOMUNIKASI
A. PENGERTIAN
Komunikasi diartikan sebagai penyampaian warta dari pihak yang satu kepada pihak lainnya, bertujuan menjalin pengertian yang baik antara si pemberi warta dengan orang yang menerima warta.
Jadi komunikasi yang dimaksud disini adalah jalinan pengertian antara pihak yang satu dengan pihak yang lain, sehingga apa yang dikomunikasikan dapat dimengerti, dipikirkan dan akhirnya dilaksanakan.
Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang kepada orang lain. Pemindahan pengertian tersebut melibatkan lebih dari sekedar kata-kata yang digunakan dalam percakapan, tetapi juga ekspresi wajah, intonasi dll.
C. SALURAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Jadi komunikasi berfungsi sebagai :
1. memberikan perintah/instruksi
2. menyampaikan informasi
3. memberi laporan
4. memberi saran, nasehat dari seseorang kepada orang lain.
D. UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI
1. Giver (komunikator) é orang yang menyampaikan ide, pesan.
2. Pesan é informasi = ide
3. Saluran é alat yang dipakai untuk komunikasi
4. Feed Back (action) é reaksi yang diberikan oleh receiver (penerima)
E. SYARAT-SYARAT KOMUNIKASI YANG BAIK
Komunikasi harus mudah dimengerti (jelas, tegas, singkat),
Komunikasi harus lengkap,
Komunikasi harus tepat waktu,
Komunikasi menggunakan media yang tepat,
Komunikasi harus timbal balik,
Komunikasi perlu memperhatikan situasi dan kondisi.
Komunikasi perlu menghindarkan kata-kata yang kurang enak/kurang baik.
F. HAMBATAN-HAMBATAN TERHADAP KOMUNIKASI EFEKTIF :
I. Hambatan organisasional ini terdiri dari :
(1) Tingkat hierarchi (hirarki)
(2) Wewenag manajerial
(3) Spesialisasi
II. Hambatan antar pribadi :
(1) persepsi selektif
(2) status atau kedudukan komunikator
(3) keadaan membela diri
(4) pendengaran lemah
(5) ketidak tepatan menggunakan bahasa
G. PENINGKATAN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DALAM ORGANISASI.
Komunikasi diartikan sebagai penyampaian warta dari pihak yang satu kepada pihak lainnya, bertujuan menjalin pengertian yang baik antara si pemberi warta dengan orang yang menerima warta.
Jadi komunikasi yang dimaksud disini adalah jalinan pengertian antara pihak yang satu dengan pihak yang lain, sehingga apa yang dikomunikasikan dapat dimengerti, dipikirkan dan akhirnya dilaksanakan.
Komunikasi dapat dibedakan atas dua macam :
1. Komunikasi ke dalam (business communication); komunikasi yang disampaikan kepada anggota arganisasi itu sendiri.
2. Komunikasi ke luar (publik communication); komunikasi yang disampaikan pada pihak luar yang bertujuan untuk menjalin hubungan yang baik antara pihak atasan dengan pihak luar yang dapat diwujudkan dalam bentuk telpon, berbicara langsung, mengirim surat dan lain-lain.
Komunikasi dalam manajemen sangat penting karena Komunikasi merupakan sarana untuk menyampaikan Perintah, Informasi, Berita, Laporan maupun dalam hal menjalin hubungan antara sesama anggota organisasi.
Jadi komunikasi berfungsi sebagai :
1. memberikan perintah/instruksi
2. menyampaikan informasi
3. memberi laporan
4. memberi saran, nasehat dari seseorang kepada orang lain.
Unsur-Unsur Komunikasi :
1. Giver (komunikator) é orang yang menyampaikan ide, pesan.
2. Pesan é informasi = ide
3. Saluran é alat yang dipakai untuk komunikasi
4. Feed Back (action) é reaksi yang diberikan oleh receiver (penerima)
Syarat-syarat Komunikasi yang baik :
1. Komunikasi harus mudah dimengerti (jelas, tegas, singkat)
2. Komunikasi harus lengkap
3. Komunikasi harus tepat waktu
4. Komunikasi menggunakan media yang tepat
5. Komunikasi harus timbal balik
6. Komunikasi perlu memperhatikan situasi dan kondisi
7. Komunikasi perlu menghirdakan kata-kata yang kurang enak/kurang baik.
Komunikasi ini dapat dilakukan secara tertulis, lisan dan dengan gambar.

Comments
Post a Comment